Postingan

Sitemap

Retorika Semesta

Retorika Semesta Risalah apa yang telah merasuki diri Serupa mantra-mantra dari semesta rasa Tutur santun dari celah bibirmu yang bersahaja Merebah risauku pada 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗹𝗮 paling harmoni Nian, secantik senja yang bertamu pada 𝐒𝐚𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚𝐥𝐚 Bias lengkungnya bak menembus dinding hati Serupa percikan tirta di gersangnya afeksi Membuai pandangku dari sekian rasa yang mampu kueja Detik melaju melabuhkan detak pada kesima Kidung kasihmu kian tersuguh  Mengusap keluh paling rapuh Meletakkan lengang di antara pejam dan air mata Syahdu  Jiwa ini bercengkerama dengan ilusi Melinting riuh, meramu ektase di belantara sunyi Adakah rahim temu telah menganak rindu yang menggebu Majalengka,17 September 2023

Muhasabah di waktu Subuh

Judul: Muhasabah di waktu Subuh Karya: Syamsha Hawa  Terhirup udara di waktu 'yang bernafas tak bernyawa', sejuk tanpa terbaur aroma manusia munafik yang selalu membungkus kata puji pada Tuhan, namun penghamba latta masa kini. Selajur aku teringat akan ketakutan Muhammad menghadapi ajalnya, uratnya menegang dengan peluh membanjiri.  Ummati ... Ummati, suaranya terus menyeru. Betapa beliau khawatir akan umatnya dibanding kematian yang dihadapinya.  Netraku menitikan bulir, tersadar akan laku zalim yang lalim. Akankah aku termasuk umat yang engkau khawatirkan wahai Muhammad?  Gemetar aku membayang siksa kelak, betapa penuh jelaga diri ini. Astagfirullahal ladzii Laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyuummu wa atuubu ilaihi ... Tengadah dengan mata masih berair, memohon pada fajar kali ini. Karena atas izin emanasi aku masih bernafas tanda jika masih ada waktu untuk bertaubat. Majalengka, 01 Agustus 2023