Retorika Semesta
Retorika Semesta Risalah apa yang telah merasuki diri Serupa mantra-mantra dari semesta rasa Tutur santun dari celah bibirmu yang bersahaja Merebah risauku pada 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗹𝗮 paling harmoni Nian, secantik senja yang bertamu pada 𝐒𝐚𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚𝐥𝐚 Bias lengkungnya bak menembus dinding hati Serupa percikan tirta di gersangnya afeksi Membuai pandangku dari sekian rasa yang mampu kueja Detik melaju melabuhkan detak pada kesima Kidung kasihmu kian tersuguh Mengusap keluh paling rapuh Meletakkan lengang di antara pejam dan air mata Syahdu Jiwa ini bercengkerama dengan ilusi Melinting riuh, meramu ektase di belantara sunyi Adakah rahim temu telah menganak rindu yang menggebu Majalengka,17 September 2023