Judul: Muhasabah di waktu Subuh Karya: Syamsha Hawa Terhirup udara di waktu 'yang bernafas tak bernyawa', sejuk tanpa terbaur aroma manusia munafik yang selalu membungkus kata puji pada Tuhan, namun penghamba latta masa kini. Selajur aku teringat akan ketakutan Muhammad menghadapi ajalnya, uratnya menegang dengan peluh membanjiri. Ummati ... Ummati, suaranya terus menyeru. Betapa beliau khawatir akan umatnya dibanding kematian yang dihadapinya. Netraku menitikan bulir, tersadar akan laku zalim yang lalim. Akankah aku termasuk umat yang engkau khawatirkan wahai Muhammad? Gemetar aku membayang siksa kelak, betapa penuh jelaga diri ini. Astagfirullahal ladzii Laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyuummu wa atuubu ilaihi ... Tengadah dengan mata masih berair, memohon pada fajar kali ini. Karena atas izin emanasi aku masih bernafas tanda jika masih ada waktu untuk bertaubat. Majalengka, 01 Agustus 2023
Komentar
Posting Komentar